BIONIC 2011 “BIOLOGY ON SCIENCE AND APPLICATION”

SEDIAAN UTUH ( WHOLE MOUNT)

Tujuan

Membuat sediaan organisme atau bagian dari organism hewan secara utuh.

Alat dan Bahan

Alat yang digunakan dalam praktikum pembuatan preparat denga teknik sediaan utuh adalah pipet, kaca preparat dan penutupnya, botol tempat pembuangan, botol tempat larutan dan mikroskop cahaya.

Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah semut, cacing pipih, Sagitta, Lucifer, formalin 4%, air, eosin 1%, alkohol dengan berbagai konsetrasi ( 30%, 50%, 70%, 80%, 95%, 100%), laktofenol, xilol 1 dan xilol 2, minyak cengkeh, dan entellan.

Metode

Pembuatan preparat pada spesimen cacing pipih, Sagitta dan Lucifer dengan teknik sediaan utuh menggunakan cara yang sama dengan bahan dan alat yang sama juga. Spesimen difiksasi dengan formalin 4%, kemudian dicuci dengan air dan diwarnai dengan eosin 1%. Spesimen yang telah diwarnai didiamkan selama 24 jam. Setelah 24 jam spesimen dilakukan dehidrasi bertingkat dengan alkohol  30%, 50%, 70%, 80%, 95%, 100% , masing- masing selama 3menit. Tahap selanjutnya dilakukan penjernihan dengan menggunakan laktofenol selama 30 menit. Selanjutnya dilakukan tahap pencucian kembali dengan menggunakan xilol 1 dan xilol 2 masing-masing 10 menit. Setelah itu tahap akhirnya adalah penutupan kaca preparat dengan bantuan entellan.

Prepatat spesimen semut dengan teknik sediaan utuh dilakukan dengan cara, spesimen difiksasi dengan alkohol 70% dan didiamkan selama 24 jam, kemudian dilakukan dehidrasi bertingkat deangan alkohol 80%, 95%, 100%, masing-masing selama 10 menit. Tahap selanjutnya adalah tahap penjernihan dengan menggunakan minyak cengkeh selama 5 menit. Kemudian spesimen dicuci dengan xilol 1 dan xilol 2 masing-masing selama 5 menit dan tahap akhirnya adalah penutupan kaca preparat dengan bantuan entellan. Sediaan utuh semut yang telah dibuat kemudian diperiksa menggunakan mikroskop cahaya dengan perbesaran 4×10 sampai 10×10

Hasil

Tabel pengamatan pembuatan preparat dengan teknik sediaan utuh

No. Gambar Keterangan
1.
2
5
4
3

Spesimen : Sagitta

1
Perbesaran 4 x 10

  1. Glia
  2. Mata
  3. Mulut
  4. Strobila
  5. posterior
2.

Spesimen : Lucifer

Perbesaran 4 x 10
3.
2
1
3

Spesimen : cacing pipih (Chlonorchis sinensis)

Perbesaran 4 x10

  1. Mulut
  2. Sucker
  3. Lubang ekskresi
4.
12
11
10
9
8
7
6
3
2
5
4
1

Spesimen : semut

Perbesaran 4 x 10

  1. Kepala
  2. Mesosoma
  3. Metasoma
  4. Scape
  5. Funiculus
  6. Coxa
  7. Femur
  8. Tibia
  9. Tergite

10.  Sting

11.  Tarsus

12.  Tarsal claw

Pembahasan

Metode yang digunakan pada praktikum kali ini adalah metode sediaan utuh (whole mount). Pada metode ini, sediaan dibuat dengan menggunakan organisme atau bagian dari organisme hewan secara utuh untuk melihat struktur internalnya. Caranya dengan melakukan fiksasi, dehidrasi, staining, clearing, mounting, dan yang terakhir labelling. Fiksasi adalah proses untuk mempertahankan sel atau jaringan agar tetap pada tempatnya dan tetap utuh. Fiksatif dibedakan menjadi dua, yaitu fiksatif sederhana (alkohol, formalin) dan fiksatif majemuk (larutan Bouin). Dehidrasi adalah proses penarikan molekul air dari jaringan, contohnya ethyl alkohol dan aseton (Firdaus 2009). Staining adalah proses mewarnai objek pada sediaan yang dilakukan setelah objek difiksasikan ke sediaan, contohnya Eosin 1% dan Carmine alum (Yatim W 2007). Clearing adalah proses penggantian dehidran dengan larutan lain sebagai persiapan untuk dehidran yang lain, contohnya xilol, kloroform, minyak cengkeh, dan laktofenol. Mounting adalah proses merekatkan suatu sediaan yang telah jadi dengan gelas penutup, contohnya Canada balsam atau entellan (Yatim W 2007). Labelling adalah proses terakhir, yaitu pemberian nama sediaan pada bagian tepi gelas objek.

Cacing pipih berhabitat sebagai parasit atau hidup bebas, tidak bersegmen, bersegmen, atau membentuk strobila. Cacing pipih termasuk triploblastik, aselomata, simetri bilateral, pipih dorsoventral. Cacing parasit tanpa alat pencernaan. Ada bentuk kepala, saraf pusat di anterior. Ekskresi atau osmoregulasi dengan protonefridia, hermaprodit, sistem reproduksi kompleks. Cacing pipih mempunyai lapisan kutikula dan silia yang hilang setelah dewasa. Cacing parasit ini mempunyai alat pengisap yang dapat disertai dengan kait untuk menempel dan belum mempunyai sistem peredaran darah serta sistem pernafasan. Sistem pencernaan cacing ini tidak sempurna dan tanpa anus sehingga buangan yang tidak tercerna dikeluarkan melalui mulut (Pechenik 2000).

Sagitta sp. termasuk kelompok chaetognata. Suatu spesies Sagitta umumnya tidak berwarna dan transparan. Cacing ini juga dikenal dengan sebutan cacing panah yang memiliki ujung mulut yang sangat efektif yang berguna menangkap dan mematikan mangsa yang jauh lebih besar dari ukuran tubuhnya. Mereka merupakan perenang cepat dan dapat menusuk skeleton luar dari mangsanya dengan menggunakan bristle dan giginya setelah menginjeksi mangsa dengan racun (Johannesson et al. 2000).

Spesies Lucifer sp. biasanya dikenal dngan mudah karena bentuknya yang memanjang, seperti  tabung dari pemanjangan karapas dan tidak memiliki insang. Sebagian spesies memilki tabung  mata yang panjang  dimana mata dan tabung mata mendekati pemanjangan leher, sebagian memiliki tabung mata yang pendek sekitar setengah dari panjang leher. Pembentukan larva dan dewasa dari udang epiplanktonik genus Lucifer seimbang dengan ukuran dari zooplankton pada saat musim angin selatan dan  dalam rantai makanan di daerah lautan hanagt neretik dan estuari, biasanya di ekosistem laguna, karang, padang rumput laut dan danau mangrove (Naomi 2006).

Pembuatan sediaan utuh cacing pipih, Sagitta dan Lucifer dilakukan dengan cara yang sama. Teknik pewarnaan yang dilakukan menggunakan eosin 1% karena pewarna ini spesifik terhadap spesimen cacing pipih dan nematoda. Fiksasi yang dilakukan menggunakan formalin 4% oleh karena itu harus dilakukan dehidrasi bertingkat dengan alkohol dengan konsentrasi 30 %, 30%, 50%, 70%, 80%, 95%, 100%, agar tidak terjadi plasmolisis, sehingga kadar air benar-benar hilang seluruhnya dari objek. Setelah tahap penjernihan menggunakan laktofenol selama 30 menit, objek harus dicelupkan kembali ke dalam alkohol 100% agar meyakinkan bahwa kadar air benar-benar hilang. Laktofenol merupakan campuran asam laktat dan fenol, baik untuk sediaan utuh cacing pipih atau Nematoda. Zat penjernih ini memiliki kecepatan penetrasi sedang. Proses selanjutnya tahap penjernihan kembali dengan xilol. Selain untuk penjernihan, xilol berfungsi sebagai pelarut entellan. Karena alkohol tidak mungkin dapat bersatu langsung dengan entelan, maka dari itu xilol yang menjadi zat perantara antara keduanya. Hasil pengamatan ketiga spesimen tersebut sangat jelas terlihat bagian-bagian tubuhnya.

Semut adalah serangga eusosial yang berasal dari keluarga Formisidae dan termasuk dalam ordo Himenoptera bersama dengan lebah dan tawon. Tubuh semut terdiri atas tiga bagian, yaitu kepala, mesosoma atau toraks, dan metasoma atau abdomen (Abdi 2009). Umumnya ruas abdomen pertama atau dua ruas abdomen depan lebih kecil dari yang lainnya sehingga tampak seperti pinggang. Ruas abdomen basal yang kecil disebut petiol, biasanya mempunyai satu atau dua tonjolan yang disebut node, sedangkan ruas bagian belakangnya disebut gaster. Kepala memiliki sepasang mata majemuk, sepasang antena, dan kadang-kadang memiliki oseli. Semut mempunyai tiga pasang tungkai yang menempel pada bagian toraks. Tubuh semut dilapisi oleh lapisan kitin (kutikula) yang cukup tebal dan warnanya berbeda antar spesies.

Pembuatan sediaan utuh semut, penjernih yang digunakan adalah minyak cengkeh dan xilol. Minyak cengkeh memiliki sifat-sifat seperti proses penjernihan cepat, dapat langsung digunakan setelah pemberian etanol 95%, dapat menyebabkan pengerutan sel, dan sukar memindahkan jaringan ke parafin. Xilol atau xylene merupakan penjernih yang paling umum digunakan, beracun, murah, daya kerja cepat tetap jaringan menjadi lebih rapuh dari pada penggunaan dengan kloroform. Pemberian xilol dilakukan secara bertahap. Setelah itu penutupan kaca prepatat dengan bantuan entellan diharapkan preparat tersebut dapat diamati beerapa waktu ke depan. Preparat semut yang diamati memiliki bagian-bagian antara lain kepala,  jelas toraks, dan abdomen. Pada bagian kepala terdapat sepasang mata majemuk dan sepasang antena. Semut ini memiliki dua petiol yang memisahkan bagian toraks dan abdomen (gaster/perut).

Simpulan

Praktikan telah berhasil membuat sediaan utuh beberapa organism antara lain cacing pipih, Sagitta, Lucifer, dan semut. Terlihat dari gambar yang dihasilkan dari pemotretan melalui kamera pada mikroskop cahaya. Morfologi tubuh beberapa organism tersebut tampak terlihat jelas, misalnya semut tampak terlihat kepala, mesosoma/dada, dan metasoma/perut, ataupun Sagitta tampak terlihat mata, glia, mulut dan strobilanya.

10 cara penting yang dapat kamu lakukan untuk meningkatkan prestasi di sekolah:

10 cara penting yang dapat kamu lakukan untuk meningkatkan prestasi di sekolah:

1. Jadilah seorang pemimpin. Latihlah rasa tanggung jawabmu.
Apabila guru meminta bantuanmu untuk mengerjakan sesuatu misalnya membersihkan kelas, jangan ragu untuk menerimanya. Ajak beberapa teman kelas dan pimpin mereka untuk membersihkan kelas bersama-sama.
2. Mendengarkan penjelasan guru dengan baik.
Jawablah setiap pertanyaan yang diajukan oleh guru apabila kamu mengetahui jawabannya. Jangan menunggu guru untuk memanggil kamu untuk menjawab pertanyaan.
3. Jangan malu untuk bertanya.
Selalu ajukan pertanyaan kepada guru apabila tidak mengerti tentang sesuatu hal.
4. Kerjakan PR dengan baik, jangan selalu mencari alasan untuk tidak mengerjakannya.
Jangan malas mengerjakan PR dengan alasan lupa atau menunda-nunda mengerjakannya. Enak kan kalau kita cepat mengerjakan PR, jadi masih punya banyak waktu untuk bermain dan nonton TV deh!
5. Setiap pulang dari sekolah, selalu mengulang pelajaran yang tadi diajarkan.
Nanti sewaktu ada ulangan jadi tidak banyak yang harus dipelajari! Asyik!
6. Cukup istirahat, makan dan bermain.
Semuanya dilakukan secara berimbang. Setelah pulang sekolah, kita sering ingin cepat-cepat bermain dan melupakan segala hal penting lainnya, contohnya makan dan istirahat. Padahal setelah seharian di sekolah, tak terasa badan kita membutuhkan masukan energi tambahan yang bisa didapatkan dari istirahat dan makanan yang kita makan. Oleh karenanya kita harus dapat membagi waktu untuk makan, istirahat dan bermain. Kalau semuanya dilakukan dengan baik, badan jadi segar setiap hari! Jadi tidak sering mengantuk di kelas!
7. Banyak berlatih pelajaran yang kurang disuka.
Apabila kamu tidak menyenangi suatu mata pelajaran, contohnya matematika, maka banyak-banyaklah berlatih, mengikuti kursus atau belajar berkelompok dengan teman. Sehabis belajar bisa bermain dan menambah teman baru di tempat kursus. Selain itu, siapa tahu dari kurang menyukai matematika, kalian malahan menyukainya.
8. Ikutilah kegiatan ektrakurikuler yang kamu senangi.
Cari tahu kegiatan apa yang cocok dan kamu suka. Contohnya apabila kalian suka pelajaran tae kwon do, cobalah untuk mengikuti kursus dari kegiatan tersebut, sehingga selain belajar pelajaran-pelajaran yang diajarkan di sekolah, kalian juga dapat mendapatkan pelajaran tambahan di luar sekolah.
9. Cari seorang pembimbing yang baik.
Orangtua adalah pembimbing yang terbaik selain guru. Apabila ada yang kurang jelas dari keterangan guru di sekolah, kalian dapat menanyakan hal tersebut kepada orang tua. Selain itu, kalian juga dapat belajar dari teman yang berprestasi.
10. Jangan suka mencontek teman.
Kalau mencontek, kamu bisa bodoh karena tidak berpikir sendiri. Lagipula belum tentu, teman yang kamu contek itu menjawab pertanyaan dengan benar. Belum lagi kalau ketahuan guru dan teman lain, malu kan? Kalau kamu rajin belajar, pasti bisa menjawab semua pertanyaan dengan benar sehingga ulangan dapat nilai baik.

SEDIAAN APUS (SMEAR) PADA USUS KATAK

Pendahuluan

Mikroteknik atau teknik histologi merupakan ilmu yang mempelajari teknik pembuatan sediaan secara mikroskopis agar mudah diamati dan ditelaah. Sediaan yang sering digunakan adalah sel, baik sel hewan maupun sel tumbuhan.  Metode apus (smear) merupakan salah satu metode dalam mikroteknologi yang digunakan untuk membuat sediaan mikroskopis dengan cara mengoles atau membuat selaput tipis dari bahan berupa cairan maupun bukan cairan. Metode ini biasa digunakan untuk membuat sediaan darah, protozoa, cairan hemolimfa belalang, spermatozoa, mukosa mulut, dan mukosa vagina (Wisnu Gunarso 1989).

Praktikum ini dengan menggunakan sediaan apus, praktikan mengamati dari bahan darah katak. Darah merupakan cairan yang berada dalam jaringan tubuh. Beberapa cairan tubuh selain darah adalah cairan jaringan, cairan limfa, sinovial, aqueos humor, edolimfa, dan perilimfa. Darah terdiri dari dua bagian, yaitu sel-sel darah merah (butir-butir darah) dan cairan darah (plasma darah). Sel-sel darah merupakan bagian darah yang mempunyai bentuk sedangkan plasma darah berupa cairan yang jumlah total volumenya 70%. Ada tiga macam bentukannya, yaitu  sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (lekosit) dan keping darah (trombosit).

Praktikum ini juga menggunakan Protozoa dari usus rayap. Helanithermis sp. (rayap) adalah hewan avertebrata yang masuk ke dalam ordo Isoptera. Ordo ini memiliki ciri-ciri tipe mulut penggigit, berkoloni dengan membentuk sistem kasta sehingga disebut juga polimorfisme, memiliki dua pasang sayap tipis yang tipe dan ukurannya sama, dan hemimetabola (metamorfosis tak sempurna). Helanithermis sp. (rayap) dapat menghancurkan kayu-kayuan karena di dalam ususnya terdapat protozoa, yaitu Trichonympha sp. yang dapat menghasilkan enzim pengurai selulosa sehingga Helanithermis sp. dapat mencerna kayu (Susilawarno 2007).

Bahan lain yang digunakan dalam metode sediaan apus ini juga menggunakan usus katak yang pada umumnya akan mendapatkan Balantidium sp. Balantidium adalah parasit jenis ciliate protozoan yang menyebabkan penyakit Balantidiasis. Ini adalah satu-satunya anggota dari divisi ciliate yang diketahui sebagai patogen pada manusia.

Membuat sedian olesan dari substansi cair juga menggunakan Protozoa dalam kultur atau Protozoa dalam garam fisiologis yaitu mengamati Paramecium sp. metode sediaan apus akan ditelaah dengan menggunakan bantuan mikroskop. Sediaan apus dapat diperoleh dengan melalui remasan (Squashing) dapat pula melalui penekanan sel kaca preparat. Kegiatan praktikum ini bertujuan untuk membuat sediaan olesan dari substansi cair dengan metode smear (apus) tipis.

Bahan dan M etode

Bahan yang digunakan dalam metode sediaan apus ini adalah darah katak, Protozoa usus rayap, Protozoa usus katak dan kultur Paramecium. Metanol, pewarna Giemsa, aquades, alkohol dengan berbagai konsentrasi (30%, 50%, 70%, 80%, 95%, 100%), pewarna hematoksilin 1%, etanol bertingkat, xillol, eosin, NaCl fisiologis, dan entellan.

Alat yang digunakan dalam metode sediaan apus ini adalah mikroskop, spuit, gelas objek yang ditempeli gelas penutup, gelas penutup, gelas ukur, staining jar, pipet tetes, tissue, dan label.

Preparat sediaan apus dibuat dengan cara, darah diambil dengan menggunakan spuit yang berisi heparin, darah tersebut diteteskan pada gelas obyek yang bersih. Kemudian dibuat apus tipis dengan bantuan gelas obyek yang lain dan dikeringanginkan. Fiksasi dengan metanol selama lima menit lalu diwarnai dengan pewarna Giemsa 3% selama 30 menit, dicuci dengan aquades. Setelah dikeringanginkan maka diperiksa dengan mikroskop perbesaran 1000 kali.

Preparat smear protozoa usus rayap dibuat dengan cara, abdomen rayap dicacah dan ditambahkan NaCl Fisiologis 0.85. Abdomen rayap yang telah dicacah kemudian diperiksa menggunakan mikroskop untuk memastikan adanya protozoa yang dimaksud. Disebarkan tetesan stok protozoa pada kaca objek dan dikering anginkan. Setelah itu, protozoa yang ada pada kaca objek ditetesi alkohol 70% dan pewarna hematoksilin selama 2 menit. Dicuci kaca objek yang telah diwarnai dengan air, kemudian dicelupkan ke dalam pewarna eosin selama 5 menit. Dicuci kembali kaca objek dengan air. Setelah itu dilakukan dehidrasi alkohol bertingkat 30%, 50%, 70%, 80%, 95%, 100%, dan dijernihkan dengan xilol 1 selama 5 menit, kemudian xilol 2 selama 5 menit. Setelah semua perlakuan, akhirnya kaca objek ditutup dengan entelan.

Pembuatan preparat awetan usus katak dengan teknik sediaan apus dilakukan dengan cara usus katak yang telah dihaluskan diambil cairan yang terdapat dalam campuran usus katak di cawan petri. Sedikit cairan tersebut diletakkan pada kaca preparat kemudian diamati mikroorganisme yang terdapat pada usus katak dengan mikroskop cahaya. Setelah mendapatkan mikroorganisme yang teramati, kaca preparat tersebut di keringkan sampai tak lagi mengandung air. Preparat yang telah kering dicelupkan pada alkohol 70%, selanjutnya dilakukan pewarnaan dengan menggunakan hemotoksilin selama dua menit, kemudian dicuci dengan air dan dikeringkan dengan tisu. Pewarnaan kedua dilakukan dengan menggunakan eosin selama lima menit dan dicuci lagi dengan air. Setelah tahap pewarnaan dilakukan dehidrasi alkohol bertingkat dengan berbagai konsentrasi yaitu 30%, 50%, 70%, 80%, 95%, 100%. Tahap selanjutnya preparat tersebut direndam pada larutan xilol satu dan xilol dua masing-masing selama lima menit. Tahap akhir dari proses ini adalh pemberian etelan dan penutupan kaca preparat. Setelah dilakukannya tahap tersebut preparat awetan dengan teknik sediaan apus siap diamati dan disimpan menjadi koleksi.

Preparat smear kultur Paramecium sp. dibuat dengan cara, tetesan cairan yang mengandung protozoa ditaruh di atas gelas obyek, jika terlihat ada protozoa yang dimaksud yaitu Paramecium sp. maka dikeringanginkan dan jika sudah kering dan terbentuk lapisan tipis maka dicelupkan pada aquades setelah itu difiksasi dengan alcohol 70%. warnai dengan hematoksilin lalu dilakukan dehidrasi dengan etanol bertingkat. pada tahap terakhir dilakukan penjernihan dengan xillol dan ditutup dengan perekat entellan.

Hasil Pengamatan

Adapun hasil yang diperoleh pada praktikum ini adalah sebagai berikut :

No. Gambar Keterangan
1. Preparat SMEAR darah Perbesaran  40 x 10

Ditemukan eritosit memiliki inti yang berwarna ungu.

2. Preparat SMEAR usus rayap Perbesaran 40×10

Ditemukan Triconympha sp.

3. Preparat SMEAR usus katak

Perbesaran 40 x 10

Ditemukan Balantidium sp.

4. Preparat SMEAR kultur Paramecium sp.

Perbesaran 10 x 10

Paramecium terwarnai merah muda, terlihat jelas inti sel dan rambut getar.

Pembahasan

Dalam darah terkandung hemoglobin yang berfungsi sebagai pengikat oksigen. Pada sebagian hewan tak bertulang belakang atau invertebrata yang berukuran kecil, oksigen langsung meresap ke dalam plasma darah karena protein pembawa oksigennya terlarut secara bebas. Hemoglobin merupakan protein pengangkut oksigen paling efektif dan terdapat pada hewan-hewan bertulang belakang atau vertebrata.

Darah terdiri atas darah merah (Eritrosit) dan darah putih (Leukosit). Eritrosit berbentuk cekung, bulat pipih dan tidak mempunyai nukleus sel ataupun organela. Eritrosit mengandung hemoglobin yang berperan dalam mengikat oksigen.  Leukosit adalah sel darah yang tidak berwarna, tidak memiliki inti dan tidak memiliki bentuk yang tetap. Pengamatan sel darah putih secara mikroskopis akan terlihat seperti terdapat tetesan setengah cair yang disebut granula spesifik (granulosit). Granulosit spesifik tersebut memiliki sitoplasma dan bentuk inti yang bervariasi. Selain itu, ada juga yang tidak bergranula yang dicirikan dengan sitoplasma yang homogen dengan inti berbentuk bulat atau bentuk ginjal (Efendi, 2003).

Dari hasil pengamatan yang praktikan dapatkan sel darah setelah diwranai oleh Giemsa tampak berwarna ungu, ini berarti menunjukan bahwa itu merupakan sel darah putih non granul yang berbentuk monosit.

Pada pembuatan sediaan olesan protozoa dalam usus Helanithermis sp. (rayap), kelompok ini belum berhasil melaksanakan metode smear karena mengalami kesulitan dalam menemukan protozoa yang dimaksud. Protozoa yang hidup dalam usus Helanithermis sp. (rayap) ini berasal dari ordo Isoptera, yaitu Trichonympha sp. Oleh karena adanya protozoa ini Helanithermis sp. (rayap) dapat mencerna kayu-kayuan. Dalam pembuatan sediaan olesan protozoa dalam usus rayap juga digunakan NaCl fisiologis yang berfungsi untuk mencairkan protozoa dari sampel.

Dalam pengamatan protozoa pada usus katak, praktikan menemukan Balantidium sp berwarna merah karena terwarnai dengan xilol dan hematoksilin.  Balantidium sp yang teramati oleh praktikan berbentuk bulat dengan diameter sekitar 40 sampai 60 μm.

Pewarnaan safranin yang digunakan sebagai pewarna Balantidium sp mengakibatkan warna merah pada sel batang dan juga pewarnaan ini untuk memperjelas bentuk sel agar tampak jika diamati dibawah mikroskop. Kemudian dicuci lagi dalam air yang mengalir. Setelah dicuci didehidrasi dengan alkohol bertingkat sampai alkohol tersebut absolut. Hal ini dilakukan untuk membunuh organisme yang menggangu sel tanpa mengubah posisi organel yang ada di dalamnya, dan juga untuk menghilangkan air yang ada dalam sel dan memperoleh hasil yang sempurna pada proses infiltrasi dan juga agar alkohol tersebut dapat menyerap air sedikit demi sedikit supaya dapat menjaga agar tidak terjadi perubahan yang tiba-tiba terhadap jaringan sehingga perubahan yang terjadi hanya sekecil mungkin.

Penggunaan alkohol bertigkat juga digunakan sebagai dehidran adalah agar jaringan yang dihasilkan benar-benar murni setelah dilakukannya pewarnaan tadi. Fungsi dari dehidrasi itu sendiri ialah untuk mengeluarkan air dari dalam jaringan dengan menggunakan bahan kimia tertentu. Kemudian batang-batang itu didealkoholisasi menggunakan xilol. Hal ini bertujuan untuk menggantikan tempat alkohol dalam jaringan yang telah mengalami proses dehidrasi dengan suatu solven atau medium penjernih. Kemudian dipisah – pisahkan bagian – bagiannya dengan menggunakan jarum preparat. Pada proses akhir preparat di mounting dengan entelan ini digunakan untuk menutup preparat tersebut agar tidak terganggu oleh mikroorganisme kemudian ditutup dengan gelas penutup. Kemudian diberi label pada ujung gelag objek agar tidak tertukar dengan preparat batang yang lainnya. Dan preparat tersebut siap diamati dibawah mikroskop.

Berdasarkan kemampuan mewarnai jaringan, hematoksilin digolongkan sebagai zat warna ajektif. dalam praktikum ini hematosilin digunakan juga untuk mewarnai Paramecium. Hematoksilin yaitu zat warna yang mampu newarnai dengan bantuan mordan. Pada formula terdapat kalium alumunium yang memungkinkan terjadinya reaksi pewarnaan. Zat warna yang diberikan memungkinkan terjadinya selektifitas yang lebih nyata (Wisnu Gunarso 1989). Setelah diwarnai dengan hematoksilin, kaca preparat dicuci dengan air dan dilakukan dehidrasi bertingkat dengan menggunakan etanol. Terakhir dilakukan penjernihan dengan menggunakan xilol dan ditutup dengan perekat entellan.

Dari hasil pengamatan yang praktikan lakukan, didapat koloni Paramecium yang berhasil diwarnai dengan hematoksilin. Praktikan berhasil menemukan Paramecium yang telah diwarnai menjadi berwarna merah muda. Zat warna yang diberikan mampu memberikan selektifitas yang lebih nyata. Dari Paramecium yang didapat praktikan dapat mengamati adanya rambut getar dan inti Paramecium.

Simpulan

Sediaan apus (smear) digunakan untuk membuat sediaan olesan dari substansi berupa cairan. Proses pewarnaan pada sediaan apus (smear) berfungsi untuk mempertajam atau memperjelas elemen jaringan dan sel-sel suatu obyek sehingga dapat diamati dan ditelaah melalui mikroskop. Dari hasil pengamatan yang praktikan dapatkan sel darah setelah diwranai oleh Giemsa tampak berwarna ungu. Pada pembuatan sediaan olesan protozoa dalam usus Helanithermis sp. (rayap), kelompok ini belum berhasil melaksanakan metode smear. Dalam pengamatan protozoa pada usus katak, ditemukan Balantidium sp berwarna merah. koloni Paramecium yang berhasil diwarnai dengan hematoksilin berwarna merah muda.

sumber : berbagai sumber

Kandungan Gizi Pada Makanan Jajanan

Akhir-akhir ini beragam isu kesehatan menjadi topik hangat yang dibicarakan berbagai kalangan, termasuk para orangtua. Kasus formalin, boraks, hingga zat pewarna pada makanan membuat kita semua harus lebih hati-hati lagi dalam memilih makanan terutama makanan yang dikonsumsi oleh anak-anak. Dalam hal ini para orangtua harus melakukan pengawasan lebih ketat terhadap makanan apa saja yang dibeli bebas alias jajanan, tidak terkecuali makanan yang disediakan di kantin sekolah.

Dengan kondisi tersebut, diperlukan komunikasi antara orangtua murid dan guru untuk saling memberikan masukan dan pengawasan pada makanan di kantin sekolah dengan memberikan dan menyediakan makanan yang sehat dan bergizi bagi murid.

Berikut ini informasi penting yang bisa Anda jadikan bahan diskusi dan beberapa tips mengatasi kebiasaan jajan :

Zat terlarang yang terkandung dalam bahan makanan:

  • Zat pewarna yang dilarang, antara lain auramine, metanil yellow, chrysoidine, rhodamin, burn umber. Zat pewarna yang dimaksud dipergunakan untuk pewarna industri tekstil dan lain-lain.
  • Zat pengawet, seperti nitrofuran, asam benzoate, dan kloroform. Formalin dan boraks juga berada di antara pengawet yang dilarang karena bukan untuk digunakan pada makanan.
  • Zat pemanis, sakharin dan siklamat.

Bahaya yang mengancam:

  • Zat pewarna seperti rhodamin, jika dikonsumsi secara berlebihan akan menyebabkan kanker hati beberapa tahun mendatang.
  • Vetsin atau mono sodium glutamate (MSG) yang dikonsumsi secara berlebihan bisa menyebabkan kanker. Dalam jangka pendek bisa juga menyebabkan pusing dan mual.
  • Formalin dan boraks bisa membuat gangguan pencernaan, muntah-muntah, hingga depresi system saraf.
  • Pencemaran timbal (Pb) pada makanan yang dijajakan di pinggir jalan tidak bisa diremehkan karena bisa mengakibatkan infertilitas, kelumpuhan, mual, dan muntah-muntah, sakit kepala, hingga kesulitan berpikir.
  • Selain timbale, makanan jajanan yang tidak higienis sangat mungkin tercemar bakteri E.coli. Bakteri ini menyebabkan sakit perut, diare dan gangguan pencernaan lainnya.

Tips menghindari jajanan:

  • Biasakan makan pagi. Hal ini efektif untuk mengurangi nafsu jajan pada anak dan remaja.
  • Membawa bekal. Dengan membawa bekal, selain kebersihan terjaga, nutrisi juga dijamin seimbang.
  • Sediakan kudapan/camilan sehat di rumah, bisa berupa buah, kue rendah kalori atau yoghurt.
  • Variasi makanan di rumah. Menu yang berganti-ganti membuat kita tidak cepat bosan dan mencari pilihan lain di luar rumah, yang belum tentu memenuhi syarat gizi. Ini bisa diterapkan juga di kantin-kantin sekolah dengan menyediakan makanan yang sehat yang variatif dan bergizi, sehingga murid tidak membeli jajanan di luar sekolah.
  • Jangan biasakan mengganti makanan dengan jajanan.
  • Jangan terlalu sering makan di restoran fast food. Makanan yang ditawarkan umumnya mengandung garam yang tinggi dan penyedap rasa berlebih. Kandungan kalorinya juga lebih besar disbanding kandungan nutrisinya. Protein, mineral dan vitaminnya pun sangat rendah.

Dengan mengetahui dampak baik dan buruk dari makanan jajanan, paling tidak kita bisa meminimalisir hal-hal buruk yang mungkin akan terjadi.

ditulis oleh: Lianneke Gunawan dari berbagai sumber

DORMANSI DAN PERKECAMBAHAN BIJI KOPI ( Coffea sp. )

Biji merupakan adaptasi untuk tumbuhan terrestrial yang terdiri atas embrio yang dibungkus bersama-sama dengan cadangan makanan di dalam suatu pembungkus yang resisten, salah biji adalah biji kopi. Dormansi dapat terjadi di biji dalam perkecambahannya jika lingkungan tempat hidupnya tidak memungkinkan untuk tumbuh berkembang ataupun karena dipaksa untuk dorman. Dormansi dibagi menjadi dua yaitu dormansi primer dan sekunder. Dormansi primer dapat bersifat eksogen dan endogen. Dominasi primer yang bersifat eksogen adalah dominasi primer yang terjadi akibat faktor luar lingkungan perkecambahan antara lain air, gas dan cahaya. Penyebab dormansi eksogen ini meliputi sifat fisik kulit benih yang kedap terhadap air, gas atau karena kulit benih yang keras.

Selain itu dormansi dapat juga terjadi secara fisiologis yaitu dormansi yang disebabkan oleh keseimbangan antara zat pemacu dan zat penghambat yang ada dalam benih. Salah satu pemacu dormansi atau penghambat pertumbuhan adalah asam absisat, Sedangkan senyawa yang memacu pertumbuhan adalah sitokinin dan giberalin. Sehingga ketika biji akan dorman maka terlihat adanya peningkatan senyawa asam absisat dalam tumbuhan tersebut. Biji kopi merupakan salah satu jenis biji yang memiliki sifat impermeable terhadap gas terutama pada bagian endokarpnya sehingga dapat bersifat dormansi primer yang eksogen.

Kopi adalah spesies tanaman berbentuk pohon yang termasuk dalam famili Rubiaceae dan genus Coffea. Tanaman ini tumbuhnya tegak, bercabang, daunnya bulat telur dengan ujung agak meruncing. daun tumbuh berhadapan pada batang, cabang, dan ranting-rantingnya, perakaran dangkal, akar tunggang sehingga tidak mudah rebah. Bunga kopi yang jumlahnya banyak akan keluar dari kuncup-kuncup sekunder dan reproduktif yang berubah fungsinya menjadi kuncup bunga. Kuncup bunga kemudian berkembang menjadi bunga secara serempak dan bergerombol. Bunga tanaman kopi berukuran kecil, mahkotanya berwarna putih dan berbau harum semerbak. Kelopak bunga berwarna hijau, pangkalnya menutupi bakal buah yang mengandung dua bakal biji. Benangsarinya terdiri dari 5-7 tangkai yang berukuran pendek. Bila bunga sudah dewasa, kelopak dan mahkotanya akan membuka dan segera mengadakan penyerbukan. Setelah terjadi penyerbukan, secara perlahan-lahan bunga akan berkembang menjadi buah. Mula-mula mahkota bunga tampak mengering dan bergugura,. kemudian kulit buah yang berwarna hijau makin lama makin membesar, bila sudah tua kulit ini akan berubah menguning dan akhirnya menjadi merah tua.

Buah tanaman kopi terdiri dari daging buah dan biji. Daging buah terdiri atas 3 (tiga) bagian lapisan kulit luar (eksokarp), lapisan daging (mesokarp), dan lapisan kulit tanduk (endokarp) yang tipis tetapi keras. Buah kopi umumnya mengandung dua butir biji, terdiri atas kulit biji dan lembaga. Lembaga atau sering disebut endosperma merupakan bagian yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat minuman kopi. Proses penanaman biji kopi adalah semua biji dibenamkan pada lapisan pasir menghadap ke bawah, artinya bagian punggung di atas, dan bagian perut menghadap ke bawah. Pembenaman dilakukan sedemikian rupa sehingga bagian teratas kelihatan rata dengan lapisan pasir. Setelah selesai pembenaman, biji-biji kopi tersebut diberi pasir lagi, tempat perkecambahan ini harus dijaga supaya tetap lembab. Proses perkecambahan ini sangat dipengaruhi oleh keadaan iklim.

Selama proses perkecambahan, kotiledon dan embrio kecil pada biji kopi membengkak dengan menghisap endosperma, kemudian akar kecil (radikula) dan hipokotil tumbuh. Akhirnya hipokotil muncul dari tanah dengan bentuk membungkuk dan berdiri tegak dengan mengangkat kotiledon yang masih tertutup oleh endosperma dan kulir ari serta endosperma. Kemudian mulai tumbuh lagi, kotiledon membesar sehingga endosperma dan kulit ari sobek kemudian endokarp lepas. Selanjutnya kotiledon terangkat seolah-olah masih melekat, kemudian terpisah, tumbuh sepasang keping daun yang disebut karpel.

belajar pengaturan hardware

Hari kamis tanggal 3 maret 2011,  sya belajar tentang bagaimana cara customisasi perangkat keras komputer. ini dilakukan di cyber singkong LSI lantai 4. mmm… asik lah pokonya.

tapi pas pulang dapet oleh2  tugas bagaimana cara customisasi perangkat keras di windows7, karena waktu belajar di sana masih menggunakan win xp. artikel ini hanya iseng saja. yang mau baca silahkan saja.

  • pengaturan tampilan dapat dilakukan dengan cara:
  1. pilih menu start
  2. pilih dan klik control panel(kira kira tampilan control panelnya seperti dibawah ini)
  3. klik apperance and personalization, lalu klik personalization.
  4. kemudian pilih tampilan yang ingin kita ubah
  • pengaturan printer dan fax
  1. pilih menu start
  2. pilih dan klik control panel
  3. klik hardware and sound kemudian pilih devices and printer dan pilih tab printers and faxes
  4. setelah itu pilih printer yang akan digunakan.

  • pengaturan mouse
  1. pilih menu start
  2. pilih dan klik control panel
  3. klik hardware and sound kemudian pilih devices and printer dan pilih tab devices.
  4. pilih mouse dan atur sesuai dengan yang diinginkan

  • konfigurasi key board dengan cara:

1. Klik pada tombol START
2.  Pilih kontrol panel
3.  pilih dan klik logo keyboard
4.  klik PROPERTIES (speed menunjukan pengaturan kecepatan keyboard yang kita inginkan, hardware menunjukan profile dari keyboard yang terpasang di komputer kita)

5. ini menunjukan detail keyboard yang terpasang di komputer kita.

dual core atau core duo?

Dual Core

Dual Core adalah penggunaan dua buah inti (core) prosesor dalam sebuah kemasan prosesor konvensional. Dual core (inti prosesor) ditempatkan pada sebuah CPU untuk meningkatkan kinerjanya. Setiap core ini tidak lebih cepat dibanding CPU biasa dengan clockspeed yang sama, tetapi semua proses perhitungan dibagi kepada 2 inti prosesor tersebut.

Logikanya, menggunakan prosesor multi-core akan mempercepat perhitungan algoritma yang dikerjakan sebuah sistem PC. Diibaratkan, berpikir sebuah pekerjaan dengan menggunakan dua otak, tentunya pekerjaan itu akan lebih cepat selesai. Produsen prosesor terkemuka di dunia (Intel dan AMD), mengembangkan teknologi dual core ini karena tuntutan aplikasi-aplikasi yang semakin tinggi atas prosesor yang memiliki tingkat komputasi yang tinggi. Karena pengembangan prosesor dengan menggunakan satu inti sudah mulai stagnan, maka mulai dikembangkan prosesor yang memiliki inti prosesor lebih dari satu.

Intel Core 2 Duo


Intel Core 2 Duo adalah sebuah mikroprosesor yang dirilis oleh Intel Corporation pada tanggal 27 Juli 2006. Pada saat pengembangannya, prosesor ini memiliki nama kode Conroe dan Allendale.

Berikut adalah beberapa codenamed dari core processor yang terdapat pada produk processor Intel Core 2, tentunya codenamed tersebut mempunyai perbedaan antara satu dengan yang lainnya.

selain itu Core Duo (sering dikenal juga dengan istilah dual core) merupakan generasi ke-8 dari jajaran processor dari Intel yang sudah memakai microprocessor dengan arsitektur x86. Arsitektur tersebut oleh Intel dinamakan dengan Intel Core Microarchitecture, di mana arsitektur tersebut menggantikan arsitektur lama dari Intel yang disebut dengan NetBurst sejak tahun 2000 yang lalu. Penggunaan Core 2 ini juga menandai era processor Intel yang baru, di mana brand Intel Pentium yang sudah digunakan sejak tahun 1993 diganti menjadi Intel Core.

Pada desain kali ini Core 2 sangat berbeda dengan NetBurst. Pada NetBurst yang diaplikasikan dalam Pentium 4 dan Pentium D, Intel lebih mengedepankan clock speed yang sangat tinggi. Sedangkan pada arsitektur Core 2 yang baru tersebut, Intel lebih menekankan peningkatan dari fitur-fitur dari CPU tersebut, seperti cache size dan jumlah dari core yang ada dalam processor Core 2. Pihak Intel mengklaim, konsumsi daya dari arsitektur yang baru tersebut hanya memerlukan sangat sedikit daya jika dibandingkan dengan jajaran processor Pentium sebelumnya.

Processor Intel Core 2 mempunyai fitur antara lain EM64T, Virtualization Technology, Execute Disable Bit, dan SSE4. Sedangkan, teknologi terbaru yang diusung adalah LaGrande Technology, Enhanced SpeedStep Technology, dan Intel Active Management Technology (iAMT2).

CONROE

Core processor dari Intel Core 2 Duo yang pertama diberi kode nama Conroe. Processor ini dibangun dengan menggunakan teknologi 65 nm dan ditujukan untuk penggunaan desktop menggantikan jajaran Pentium 4 dan Pentium D. Bahkan pihak Intel mengklaim bahwa Conroe mempunyai performa 40% lebih baik dibandingkan dengan Pentium D yang tentunya sudah menggunakan dual core juga. Core 2 Duo hanya membutuhkan daya yang lebih kecil 40% dibandingkan dengan Pentium D untuk menghasilkan performa yang sudah disebutkan di atas.

Processor yang sudah menggunakan core Conroe diberi label dengan “E6×00”. Beberapa jenis Conroe yang sudah beredar di pasaran adalah tipe E6300 dengan clock speed sebesar1.86 GHz, tipe E6400 dengan clock speed sebesar 2.13 GHz, tipe E6600 dengan clock speed sebesar 2.4 GHz, dan tipe E6700 dengan clock speed sebesar 2.67 GHz. Untuk processor dengan tipe E6300 dan E6400 mempunyai Shared L2 Cache sebesar 2 MB, sedangkan tipe yang lainnya mempunyai L2 cache sebesar 4 MB. Jajaran dari processor ini memiliki FSB (Front Side BUS) sebesar 1066 MT/s (Megatransfer) dan daya yang dibutuhkan hanya sebesar 65 Watt TDP (Thermal Design Power).

CONROE XE

Core processor berikutnya adalah Conroe XE yang saat ini banyak menjadi bahan perbincangan. Conroe XE sendiri adalah core processor dari Intel Core 2 Extreme yang diluncurkan bersamaan dengan Intel Core 2 Duo pada 27 Juli 2006. Conroe XE mempunyai tenaga lebih dibandingkan dengan Conroe. Tipe pertama dan satusatunya yang dikeluarkan oleh Intel untuk jajaran processor Core 2 Extreme adalah X6800 dan sudah beredar di pasaran saat ini meskipun jumlahnya sangat terbatas.

Processor Intel Core 2 yang sudah memakai Intel Core 2 Extreme dengan core Conroe XE ini akan menggantikan posisi dari Processor Pentium 4 EE (Extreme Edition) dan Dual Core Extreme Edition. Core 2 Extreme mempunyai clock speed sebesar 2.93 GHz dan FSB sebesar 1066 MT/s. Keluarga dari Conroe XE memerlukan TDP hanya sebesar 75 sampai 80 Watt. Dalam keadaan full load temperature processor dari X6800 yang dihasilkan tidak akan melebihi 450C. Lain lagi jika fungsi SpeedStep-nya berada dalam keadaan aktif. Jika aktif, maka temperatur processor saat keadaan idle yang dihasilkan oleh X6800 hanya berkisar sekitar 250C. Cukup mengesankan, mengingat pada generasi sebelumnya processor Intel Pentium 4 Extreme Edition menghasilkan panas yang bisa dikatakan sangat tinggi.

Hampir sama seperti Core 2 Duo, Core 2 Extreme memiliki shared L2 cache sebesar 4 MB hanya saja perbedaan yang paling terlihat dari kedua Conroe tersebut adalah kecepatan dari masing-masing clock speednya saja. Sebenarnya untuk sebuah processor sekelas “Extreme Edition”, perbedaan seharusnya bisa lebih banyak lagi, bukan hanya didasarkan pada besar kecilnya clock speed-nya saja. Selain perbedaan clock speed tersebut, Core 2 Extreme mempunyai fitur untuk merubah multipliers sampai 11x (step) untuk mendapatkan hasil overclocking yang maksimal. Fitur-fitur unik lain yang disertakan juga pada Core 2 Extreme Edition kali ini adalah FSB yang lebih besar, L2 cache lebih besar, dan adanya L3 cache.

ALLENDALE

Core processor ini dipakai oleh processor Core 2 Duo dengan core Conroe yang hanya memiliki 2 MB L2 Cache. Beberapa Core 2 Duo yang memakai Allendale sebagai core processornya adalah E6300 dengan clock speed sebesar 1.86 GHz dan E6400 dengan clock speed 2.13 GHz, keduanya memiliki FSB sebesar 1066 MT/s.

MEROM

Merom adalah core processor Intel Core 2 versi mobile pertama yang diluncurkan secara bersamaan dengan Conroe, Conroe XE, dan Allendale. Pada dasarnya, Merom mempunyai spesifikasi dan fitur yang sama dengan Conroe namun Merom mempunyai kelebihan, yaitu ia hanya membutuhkan daya yang sedikit. Pihak Intel sendiri mengklaim bahwa Merom mampu mendongkrak kinerja dari notebook sebesar 20%, namun dengan menggunakan resource daya yang sama dengan processor core duo yang memakai core processor Yonah. Selain itu, Merom adalah processor mobile Intel pertama yang telah mengintegrasikan teknologi EM64T 64-bit di dalamnya. Merom sendiri mempunyai FSB sebesar 667 MT/s sama persis dengan jajaran processor sebelumnya yaitu Intel Core Duo.

Processor Core 2 yang menggunakan core processor Merom diberi label dengan “T5×00” dan “T7×00”. Keduanya mempunyai besar shared L2 cache yang berbeda. Pada T5×00 L2 cache yang diusung adalah sebesar 2 MB, sedangkan pada T7×00 L2 cache-nya adalah sebesar 4 MB.

Beberapa jenis dari Merom adalah T5500 dengan clock speed sebesar 1.66 GHz, T5600 dengan clock speed sebesar 1.83 GHz, T7200 dengan closk speed sebesar 2.00 GHz, T7400 dengan clock speed sebesar 2.16 GHz, dan T7600 dengan clock speed sebesar 2.33 GHz.

Sesuai dengan jenisnya, processor ini didesain oleh intel untuk diaplikasikan ke dalam notebook, karena kelebihannya yang hanya membutuhkan sedikit resource daya dari sebuah baterai notebook untuk bisa bekerja secara maksimal. Sehingga dengan begitu, tidak saja baterai notebook Anda yang akan tahan lebih lama, namun tentu kinerja yang akan Anda dapatkan akan lebih maksimal dibandingkan dengan processor core duo dengan core processor Yonah.

Perbedaan Dual Core dan Core 2 Duo

Secara teknis, kalau dari klaimnya Intel, Core 2 Duo itu lebih hemat daya sampai 40 persen dibandingkan dengan prosesor Dual Core pendahulunya dan juga memiliki kinerja yang 40 persen lebih cepat. Selain itu, cache L2 yang lebih besar juga sudah dilengkapi dengan teknologi terbaru, kalau nggak salah disebut smart cache, yang membuat kinerjanya jadi lebih baik lagi. (PC+ 277)

Kinerja prosesor Core 2 Duo menang telak cukup jauh jika dibandingkan dengan prosesor Intel Pentium D seri Presler apalagi Pentium D seri Smithfield yang masih menggunakan mikroarsitektur Intel NetBurst. Jika dibandingkan dengan seterunya, AMD Athlon FX 60, sebuah prosesor Intel Core 2 Duo berkecepatan 2400 MHz mengungguli prosesor tersebut dengan perbedaan kinerja kira-kira 15%. Jika prosesor AMD Athlon FX tersebut di-overclock menjadi 3.4 GHz, prosesor tersebut unggul tipis dibandingkan Core 2 Duo 2400 MHz. Ini berarti prosesor Intel Core 2 Duo jauh lebih efisien dibandingkan dengan pendahulunya dalam rangka mengeksekusi instruksi.

BAHAYA DAGING BUSUK


Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air , baik yang diolah maupun tidak diolah, yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan dan bahan lain yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan atau pembuatan makanan atau minuman ( UU RI No. 7 Tahun 1996 tentang Pangan).Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang juga merupakan komoditas perdagangan, memerlukan dukungan sistem perdagangan pangan yang etis, jujur, dan bertanggung jawab sehingga terjangkau oleh masyarakat.

Pangan yang perlu pengawasan dalam produksi, distribusi, dan perdagangannya yaitu pangan segar, pangan olahan, pangan siap saji, produk rekayasa genetika dan bahan tambahan pangan. Pangan segar adalah pangan yang belum mengalami pengolahan, yang dapat dikonsumsi langsung atau dijadikan bahan baku pengolahan pangan. Misalnya beras, gandum, segala macam buah, ikan, daging. Pangan olahan dibagi menjadi dua, yaitu pangan olahan tertentu dan pangan siap saji. Makanan / pangan olahan tertentu adalah pangan olahan yang diperuntukkan bagi kelompok tertentu dalam upaya memelihara dan meningkatkan kualitas kesehatan kelompok tersebut. Sedangkan pangan siap saji adalah makanan atau minuman yang sudah diolah dan bisa langsung disajikan di tempat usaha atau di luar tempat usaha atas dasar pesanan.

Pangan yang menjadi tidak aman dikonsumsi karena terdapat bahaya biologis dan kimia dapat terjadi karena dua cara. Yang pertama adalah kontaminasi yang tidak disengaja (unintentional contamination), yang dapat diuraikan pada tiga kegiatan yaitu praktek yang salah (bad practices), ketidaktahuan (lack of knowledge), dan ketidakpedulian (ignorance). Yang kedua adalah kegiatan tidak benar yang disengaja (intentional contamination) seperti sabotase dan bioterorisme.

Sudah tak asing lagi terdengar jika banyak kasus mengenai pelanggaran pangan, baik menggunakan bahan tambahan pangan yang menyalahi aturan atau pada pedagang yang curang dengan mensiasati pangan agar hasil produksinya terjual dengan cepat dan meraih keuntungan sebesar-besarnya. Salah satu kasusnya yaitu pendaurulangan daging yang telah tak layak makan agar terlihat layak untuk diperjualbelikan di pasar. Sebelum dipasarkan, daging tersebut dicampur dengan formalin dengan tujuan agar kembali kenyal dan bau busuknya menjadi berkurang sehingga awet atau bisa tahan lama untuk beberapa hari ke depan. Kasus ini termasuk penyalahgunaan bahan kimia berbahaya.

Setelah dicampur dengan formalin, daging dilumuri dengan menggunakan darah segar yang berasal dari ayam yang baru dipotong atau darah dari sapi segar. Formalin umumnya mengandung formaldehid 37% dan metil alkohol 10-15 %. Formaldehid jika dikonsumsi dapat merusak hati, ginjal, limpa, pankreas, otak dan menimbulkan kanker dalam jangka panjang terutama kanker hidung, dapat menimbulkan vertigo dan perasaan mual dan muntah. Metil alkohol jika dikonsumsi dapat menyebabkan kebutaan, kerusakan hati, dan menimbulkan kanker pada keturunan selajutnya.

Selain itu makanan yang mengandung formalin dapat mengakibatkan gangguan pencernaan seperti nyeri perut, muntah-muntah, gangguan sistem syaraf, dan gangguan sirkulasi jantung/darah. Formalin biasanya digunakan untuk mengawetkan mayat, pembasmi hama, dan penghilang bau. Dalam dosis tinggi, formalin bisa menyebabkan kejang, sulit buang air kecil, muntah darah, kerusakan ginjal, dan kematian. Dengan berbagai akibat yang sangat berbahaya untuk kesehatan tersebut, formalin masih saja tetap digunakan hanya untuk alasan yang cukup kejam yaitu meraih keuntungan sebesar-besarya dari hasil penjualan, sangat ironis.

Darah umumnya mengandung uric acid yang merupakan racun /toxic yang berbahaya bagi kesehatan kita. Uric acid yang ada di dalam tubuh kita akan dibawa darah yang kemudian akan dibuang ke luar tubuh dengan air urin / air kencing melalui ginjal. Minum darah atau memakan makanan yang tidak bersih dari darah dapat membuat kita keracunan atau memperberat kerja dari organ ginjal kita yang berharga. Kombinasi yang sangat mencengangkan antara bahan tambahan pangan berupa darah dan formalin.

Menurut pasal 1 (4) UU No. 7 Tahun 1996 menyatakan bahwa “Keamanan Pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia.” Beberapa produk hukum lain telah dikeluarkan oleh pemerintah dalam upaya mendapatkan pangan yang aman dan berkualitas untuk dikonsumsi oleh masyarakat di antaranya adalah PP No. 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan. Daging sapi busuk yang direkayasa sehingga terlihat segar adalah suatu bentuk penipuan terhadap masyarakat.

Berdasarkan amanat UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dikaitkan dengan hak konsumen mendapatkan kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa; hak mendapatkan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa; serta hak mendapatkan pembinaan dan pendidikan konsumen. Kasus di atas selain melanggar peraturan tentang bahan tambahan pangan yang digunakan untuk pangan segar juga melanggar peraturan perundangan perlindungan konsumen.

Selain itu dari UU No. 8 Tahun 1999 penjualan daging busuk dengan bahan tambahan pangan berupa darah dan formalin tidak sesuai dengan pasal 8 ayat 2 yang menyebutkan “Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang rusak, cacat atau bekas, dan tercemar, dengan atau tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang yang dimaksud”.

Pelaksanaan pengawasan di lapangan dirasakan masih sangat lemah, padahal perangkat peraturan perundang-undangan dalam perlindungan konsumen sudah cukup memadai. Karena itu, perlu dilakukan harmonisasi ketentuan-ketentuan yang ada agar terjalin koordinasi yang efektif antar instansi terkait. Akibat belum adanya harmonisasi selama ini, pelaksanaan kontrol di lapangan belum sepenuhnya berjalan efektif. Mengawasi barang beredar di pasar bersama-sama pemerintah perlu ditingkatkan dan disosialisasikan secara terus menerus. Karena pengetahuan masyarakat tentang daging yang sehat, berkualitas dan aman untuk dikonsumsi masih amat rendah. Umumnya masyarakat tidak tahu dan sebagian lagi tidak mau tahu apakah daging yang dibelinya berasal dari mata rantai proses penyediaan daging yang menjamin keamanan dan kehalalannya. Banyak juga dari mereka berpikir hanya mendapatkan daging yang murah tanpa berpikir apakah daging yang dibelinya aman.

Beberapa produk hukum lain telah dikeluarkan oleh pemerintah dalam upaya mendapatkan pangan yang aman dan berkualitas untuk dikonsumsi oleh masyarakat, di antaranya adalah PP No. 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan, juga Depkes mengeluarkan Permenkes No. 722 Tahun 1998 tentang bahan tambahan yang dilarang digunakan dalam pangan. Sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk terus menerus memberikan penerangan mengenai bahaya yang ditimbulkan oleh penggunaan BTP (Bahan Tambahan Pangan) yang tidak sesuai peraturan.

Di dalam kitab suci Alquran juga sudah dijelaskan, bahwa jika seseorang memakan sesuatu yang telah menjadi bangkai (busuk), berarti orang tersebut memakan makanan yang haram. Seperti tercantum pada surat Al-Maidah ayat 3 ”Diharamkan bagimu memakan bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, (hewan) yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala”. Ini sudah semakin memperjelas bahwa praktek penjualan daging busuk yang dilumuri darah menyalahi peraturan hukum negara dan agama.

Peraturan yang ada dan diberlakukan dalam bidang keamanan pangan sebenarnya sudah cukup, hanya masalahnya ada pada pelaksanaan atau penegakan hukum yang belum konsisten. Pemerintah sepertinya kurang serius untuk menegakkan hukum karena sebagian besar pengguna BTP yang berbahaya tersebut adalah industri rumah tangga dengan modal yang kecil.

Hal-hal di atas awalnya membuat beberapa masyarakat tertipu, namun jika sudah diketahui, masyarakat dapat semakin berhati-hati dalam membeli. Pengetahuan konsumen mengenai karakteristik pangan segar sangat penting agar konsumen mampu melindungi dirinya dari bahaya-bahaya yang muncul akibat pangan, sehingga konsumen sendiri dapat meningkatkan kesadaran, kemampuan, dan kemandiriannya untuk melindungi diri.